Yacobus Ari Respati
Yacobus Ari R berkarya sebagai dosen, kurator seni kontemporer, dan penulis. Di Bandung ia tinggal dan bekerja terutamanya bersama komunitas Integrated Arts, Universitas Katolik Parahyangan; serta bersama teman-teman lama dan barunya yang jadi perupa dan pegiat di lapangan kesenian.
Ia pernah meneliti tentang pameran-pameran di Indonesia dan sosok kurator Jim Supangkat. Saat ini lebih banyak memikirkan & mengajarkan sisi kontemplatif dari kesenian. Menulis dengan cara yang sama.
Beberapa program yang dikuratori olehnya termasuk “… Nothing Remained Unchanged but the Clouds” (pameran tunggal Sastra Wibawa, Nonfrasa Gallery, 2026), “Declaring Distance: Bandung-Leiden" (sebagai co-research fellow Royal Netherlands Institute of Southeast Asia & Caribbean Studies (KITLV-Leiden), Selasar Sunaryo Art Space, 2022), "Dari Seteleng ke Bienal"; bagian dari "Seni Berubah, Dunia Berubah" (inaugural Museum MACAN, 2017), dan sebagai kokurator "Akal Tak Sekali Datang, Runding Tak Sekali Tiba" (Anjungan Indonesia di La Biennale di Venezia, 2019). Tulisan-tulisannya telah terbit di Jurnal Kebudayaan Kalam, Harian Kompas, Take on Art Magazine, dan lain-lain.